Panen Padi Galon, GKR Hemas Dorong Ketahanan Pangan Warga Yogyakarta

Sabtu, 26 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RILISINFO.COM, Jogja – GKR Hemas menghadiri panen perdana Pertanian Terpadu Kelompok Tani Swa Katon Asri, Wirobrajan, Jumat (25/9/2026).
‎
Kegiatan berlangsung di Pendopo Paguyuban Sumarah, Jalan Setiaki Nomor 8, Wirobrajan, Yogyakarta, dengan dihadiri sekitar 200 peserta.
‎
Panen perdana tersebut mengusung tema “Ketapang Mas: Ketahanan Pangan Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas”.
‎
Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas hadir bersama Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan sejumlah pejabat daerah.
‎Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri yang mengembangkan pertanian terpadu di kawasan perkotaan.
‎
“Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, saya menyampaikan apresiasi kepada Kelompok Tani Swa Katon Asri dan seluruh warga,” kata Hasto.
‎
Menurut Hasto, pertanian perkotaan mampu menjawab keterbatasan lahan melalui kreativitas, pemanfaatan barang bekas, serta kolaborasi masyarakat.
‎
“Kita melihat padi yang ditanam dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media tanam, kemudian dipadukan dengan budidaya ikan lele,” ujarnya.
‎
Selain padi dan lele, warga mengembangkan berbagai tanaman pangan seperti cabai, tomat, terong, serta sayuran lainnya.
‎
Hasto menilai konsep tersebut menunjukkan ketahanan pangan perkotaan tidak selalu membutuhkan lahan pertanian yang luas.
‎
“Ketahanan pangan di kota tidak selalu harus dimulai dari lahan yang luas,” kata Hasto dalam sambutannya.
‎
Ia menekankan pentingnya mengoptimalkan ruang tersedia sekaligus memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
‎
“Kalau lahannya sempit, kita optimalkan ruang yang ada. Kalau ada barang bekas, kita gunakan kembali,” ujarnya.
‎
Hasto berharap panen perdana tersebut tidak menjadi puncak kegiatan, melainkan momentum memperkuat kelompok dan memperluas keterlibatan warga.
‎
“Panen perdana ini bukan menjadi puncak, tetapi menjadi awal untuk memperkuat kelompok,” tutur Hasto.
‎
Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda agar pertanian perkotaan berkembang melalui teknologi, kreativitas, pemasaran digital, dan peluang usaha.
‎
Sementara itu, GKR Hemas mengapresiasi kerja keras dan gotong royong Kelompok Tani Swa Katon Asri dalam mengembangkan pertanian terpadu.
‎
“Panen perdana ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan bukti nyata kerja keras dan gotong royong,” ujar GKR Hemas.
‎
Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat perlu dibangun dari masyarakat dan komunitas, bukan hanya mengandalkan kebijakan pemerintah.
‎
“Ketahanan pangan yang sejati tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan kebijakan dari atas,” kata GKR Hemas.
‎
GKR Hemas juga menyatakan komitmennya mengawal kebijakan yang mendukung kesejahteraan petani serta keberlanjutan sektor pertanian daerah.
‎
“Kita harus memastikan akses terhadap pupuk, bibit unggul, teknologi pertanian, serta akses pasar bagi petani kecil terus ditingkatkan,” ujarnya.
‎
Ia meminta keberhasilan panen perdana tersebut menjadi pemacu inovasi dan inspirasi bagi kelompok tani lainnya.
‎
“Jadikan panen perdana ini sebagai pemacu semangat untuk terus berinovasi dan memperluas skala produksi,” pesan GKR Hemas.
‎
Kegiatan kemudian dilanjutkan Sapa Aruh, diskusi, penyerapan aspirasi masyarakat, tanggapan, penutup, serta foto bersama.
‎
Turut hadir Kapolres Yogyakarta Kombes Pol Ari Setyawan Wibowo, Ketua DPRD Kota Yogyakarta FX Wisnu Sabdono Putro, serta jajaran terkait.
‎
Kegiatan panen perdana tersebut berlangsung aman dan tertib, sekaligus memperkuat semangat masyarakat Wirobrajan mengembangkan ketahanan pangan berbasis komunitas.(waw)

Berita Terkait

GKR Mangkubumi Tekankan Penguatan UMKM untuk Ekonomi DIY Berkualitas
5.567 Siswa Terdampak, Kasus Keracunan MBG di DIY Jadi Sorotan
Semarak Zhong Qiu Jie 2026, Yogyakarta Padukan Budaya Tionghoa dan Jawa
Kecelakaan Tiga Mobil Terjadi di Jalan Wates, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Lewat 670 Penari, Kudus Lawan Lupa terhadap Warisan Budaya Leluhur
Bupati Sleman Apresiasi Dedikasi Adhitya Selama Bertugas
Dugaan Pungli Alkid Masih Bergulir, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
Koramil Kaliwiro Padamkan Bara Tersembunyi Cegah Karhutla Kembali Membara

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 14:21 WIB

GKR Mangkubumi Tekankan Penguatan UMKM untuk Ekonomi DIY Berkualitas

Sabtu, 26 September 2026 - 14:17 WIB

5.567 Siswa Terdampak, Kasus Keracunan MBG di DIY Jadi Sorotan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Semarak Zhong Qiu Jie 2026, Yogyakarta Padukan Budaya Tionghoa dan Jawa

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Kecelakaan Tiga Mobil Terjadi di Jalan Wates, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Sabtu, 26 September 2026 - 14:04 WIB

Lewat 670 Penari, Kudus Lawan Lupa terhadap Warisan Budaya Leluhur

Berita Terbaru