Menanam Asa di Dua TPQ: Mahasiswa KKN 120 UIN Sunan Kalijaga Tanam 20 Bibit Pohon dan Ajak Santri Kelola Sampah
RILISINFO.COM, Dusun Pancuran, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menutup rangkaian program ekoteologinya di Dusun Pancuran dengan menyasar kelompok usia yang paling muda: anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, tim menanam 20 bibit pohon di dua TPQ, yaitu TPQ Metode Qiroati dan TPQ Metode Ummi, sekaligus memasang tempat sampah anorganik sederhana di masing-masing lokasi sebagai sarana belajar memilah sampah sejak dini.
Sebelum program ini berjalan, lahan di sekitar kedua TPQ hanya ditumbuhi rumpun bambu dan sebagian dipakai warga sebagai ladang jagung, tanpa pohon peneduh maupun tanaman produktif. Dari sisi edukasi lingkungan, anak-anak di kedua TPQ pun belum pernah mendapat pembelajaran konkret soal pemilahan dan pengolahan sampah. Bertolak dari kondisi itulah tim merancang dua kegiatan sekaligus: penanaman pohon dan penyediaan sarana pemilahan sampah yang langsung bisa dipakai keseharian anak-anak di lingkungan TPQ.
Dari 20 bibit yang ditanam, 16 di antaranya adalah acacia auriculiformis dan 4 sisanya pohon nangka, dengan pembagian merata delapan batang acacia dan dua batang nangka untuk setiap TPQ. Seluruh bibit merupakan bantuan dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah III Yogyakarta. Acacia auriculiformis dipilih sebagai penyumbang oksigen dan peneduh di lingkungan TPQ, sementara nangka disiapkan sebagai tanaman produktif yang buahnya diharapkan bisa dipanen dan dinikmati warga di masa mendatang. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Pak Mansur selaku pengurus TPQ Metode Qiroati dan Ustadz Abd. Rouf, pengasuh TPQ Metode Ummi, dengan melibatkan sekitar 20 anak-anak santri dari kedua TPQ.
Sebagai pelengkap program penanaman, tim juga menempatkan satu unit tempat sampah anorganik sederhana di setiap TPQ — dibuat dari galon air minum bekas yang dilapisi jaring kawat — untuk menampung sampah anorganik yang sulit terurai seperti plastik dan kemasan. Kehadiran tempat sampah ini menjadi pengingat visual sekaligus sarana praktik harian bagi anak-anak untuk mulai membedakan sampah organik dan anorganik sejak di lingkungan tempat mereka mengaji.
Antusiasme anak-anak terhadap isu lingkungan ternyata tidak berhenti pada hari penanaman. Sejumlah santri yang mengikuti kegiatan penanaman pohon kembali mendatangi posko Tim KKN di luar jadwal untuk meminta diajari cara membuat kerajinan dari tutup botol plastik bekas. Menanggapi antusiasme tersebut, tim menindaklanjutinya dengan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah pada Senin, 10 Agustus 2026, pukul 15.30–16.30 WIB, yang sekaligus diisi praktik pengaryaan sampah anorganik: tutup botol plastik bekas diolah bersama-sama menjadi produk kerajinan berupa gantungan kunci.
Selaras dengan Asta Protas Kemenag dan Agenda SDGs
Program penanaman pohon dan edukasi pengelolaan sampah di dua TPQ ini merupakan kelanjutan dari program-program ekoteologi Tim KKN 120 sebelumnya di Dusun Pancuran, sekaligus versi mikro dari pilar Penguatan Ekoteologi Umat dalam Asta Protas — delapan program prioritas Kementerian Agama RI periode 2025-2029. Jika pada program-program sebelumnya kesadaran ekologis disasar lewat mimbar khutbah Jumat dan forum pengajian bagi warga dewasa, program penutup ini menanamkan kebiasaan yang sama sejak dini, langsung di ruang belajar anak-anak TPQ.
Muatan program ini juga bertaut dengan beberapa target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Edukasi pemilahan dan pengaryaan sampah bagi santri sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), karena menghadirkan pembelajaran lingkungan yang sebelumnya belum pernah didapat anak-anak di kedua TPQ. Praktik mengubah tutup botol plastik bekas menjadi gantungan kunci turut mencerminkan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), sementara penanaman 20 bibit pohon di lahan sekitar TPQ berkontribusi pada SDG 15 (Ekosistem Daratan). Kolaborasi antara mahasiswa KKN, pengurus TPQ Metode Qiroati, dan pengasuh TPQ Metode Ummi dalam merancang serta menjalankan program ini turut mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Bagi Tim KKN 120, program ini dirancang agar dampaknya tidak berhenti begitu masa KKN usai. Pohon-pohon yang telah ditanam akan terus tumbuh sebagai peneduh dan sumber pangan di lingkungan TPQ, sementara tempat sampah dari galon bekas diharapkan tetap menjadi sarana harian bagi santri untuk mempraktikkan kebiasaan memilah sampah. Dengan begitu, kebiasaan menjaga lingkungan yang ditanamkan lewat mimbar khutbah dan forum pengajian bagi warga dewasa kini turut bersemai di kalangan generasi paling muda Dusun Pancuran.
Kontributor: Tim KKN 120 — Proker Penanaman Pohon & Edukasi Pengelolaan Sampah di 2 TPQ, Dusun Pancuran.(*)

