Terima SKT di DIY, Ketum Gerakan Rakyat Soroti Menurunnya Kepercayaan Publik pada Partai Politik
RILISINFO.COM, SLEMAN – Partai Gerakan Rakyat resmi menerima Surat Keterangan Terdaftar (SKT) untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam acara yang digelar di DC Cafe Reborn Bakmi Jawa, Sleman, Jumat (5/6/2026).
Penyerahan SKT tersebut dihadiri langsung Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid SH., Ketua DPW Gerakan Rakyat DIY In’amul Mustofa, serta jajaran ketua DPD kabupaten dan kota se-DIY.
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan proses mendapatkan SKT bukanlah pekerjaan mudah.
Menurutnya, terdapat perjuangan panjang yang dilakukan para pengurus di daerah.
“Di balik surat SKT ini ada kerja keras teman-teman di DIY yang harus bolak-balik ke tingkat RT, Kesbangpol, Kemenkumham dan berbagai instansi lainnya. Ini adalah hasil perjuangan bersama,” ujar Sahrin dalam sambutannya.
Sahrin menjelaskan hingga saat ini sudah ada 21 dari 38 provinsi yang menerima SKT. Ia menegaskan perjuangan partai belum selesai karena masih harus menempuh tahapan berikutnya untuk memperoleh legalitas sebagai partai politik peserta pemilu.
“Setelah seluruh SKT provinsi selesai, tugas kita masih panjang menuju Kemenkumham. Setelah mendapatkan legalitas, kita akan menghadapi ujian sesungguhnya yang bernama Pemilu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sahrin juga menyoroti menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga politik.
“Hari ini kita menghadapi kenyataan bahwa banyak masyarakat yang tidak lagi percaya kepada partai politik maupun lembaga legislatif, mulai DPR RI hingga DPRD kabupaten dan kota. Ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab oleh Gerakan Rakyat,” katanya.
Sahrin menegaskan Partai Gerakan Rakyat hadir dengan semangat berbeda. Ia menyebut partainya lahir bukan karena kekuatan keluarga, oligarki maupun kelompok tertentu.
“Partai Gerakan Rakyat adalah satu-satunya partai yang tidak didirikan oleh keluarga, oligarki ataupun koperasi. Kami ingin membangun partai yang benar-benar berasal dari semangat rakyat,” ujarnya.
Gerakan Rakyat sendiri sebelumnya dikenal sebagai organisasi masyarakat pendukung Anies Baswedan yang dideklarasikan pada 27 Februari 2025 di Jakarta Selatan.
Sementara itu, Ketua DPW Gerakan Rakyat DIY In’amul Mustofa mengungkapkan bahwa struktur organisasi di wilayah DIY telah terbentuk secara penuh.
“Alhamdulillah lima DPD kabupaten dan kota di DIY sudah lengkap semua. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan memperluas gerakan di tengah masyarakat,” jelas In’am.
Lebih lanjut, In’am menyebut lahirnya Gerakan Rakyat dilatarbelakangi keinginan menghadirkan kekuatan sipil yang lebih kuat dan dekat dengan masyarakat.
Ia berharap seluruh kader memiliki rasa kepemilikan yang sama terhadap partai.
“Saya berharap semua anggota Gerakan Rakyat memposisikan diri sebagai DPP.
”Dengan begitu rasa memiliki akan semakin kuat, semangat perjuangan semakin besar, dan kita memiliki pandangan yang sama dalam membangun partai ini ke depan,” pungkasnya.(WAW)

