UMY Gandeng Jurnal Scopus dan SINTA, Call for Papers KPDI XVII Buka Peluang Publikasi Bereputasi

RILISINFO.COM, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk pertama kalinya menjalin kerja sama dengan jurnal terindeks Scopus dan SINTA dalam penyelenggaraan Call for Papers pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 hari kedua, Rabu (5/8/2026). Melalui kolaborasi tersebut, artikel terbaik peserta tidak hanya dipresentasikan dalam forum ilmiah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk direkomendasikan menuju publikasi pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional.

Penanggung Jawab Call for Paper KPDI ke-17 sekaligus Pustakawan UMY, Arda Putri Winata, M.A. menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas luaran konferensi. Selama ini, prosiding menjadi luaran utama dalam banyak konferensi ilmiah. Namun, bagi mahasiswa maupun dosen, publikasi pada jurnal ilmiah memiliki nilai akademik yang lebih tinggi sehingga semakin dibutuhkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, maupun pengembangan karier akademik.

“Kami melihat kerja sama ini menjadi momentum yang penting. Peserta KPDI berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, pustakawan, pemerhati perpustakaan, hingga praktisi di berbagai institusi. Publikasi ilmiah menjadi bagian penting dari ekosistem akademik mereka, sehingga peluang untuk terhubung dengan jurnal bereputasi memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan hanya menghasilkan prosiding,” jelasnya, Rabu (5/8) di UMY Student Dormitory.

Pada penyelenggaraan perdana kerja sama ini, Call for Papers berhasil menghimpun 77 artikel dari berbagai peserta. Seluruh artikel kemudian melalui proses seleksi berlapis yang melibatkan para pakar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 artikel dipilih sebagai naskah terbaik untuk mengikuti proses seleksi lanjutan menuju jurnal mitra.

Hasil seleksi menunjukkan dua artikel direkomendasikan untuk melanjutkan proses publikasi pada Record and Library Journal milik Universitas Airlangga yang terindeks Scopus. Sementara itu, empat artikel lainnya direkomendasikan menuju jurnal terindeks SINTA, yaitu UMPO Publish, LibTech dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, serta Media Informasi milik Universitas Gadjah Mada.

“Meskipun memperoleh rekomendasi, seluruh artikel tetap harus melalui proses peer review sesuai standar masing-masing jurnal. Para penulis juga wajib menyesuaikan naskah dengan ketentuan jurnal tujuan, mulai dari format penulisan, bahasa, hingga persyaratan lain yang ditetapkan oleh penerbit,” ungkap Arda.

Lebih lanjut, ia menambahkan kualitas artikel yang lolos seleksi tidak terlepas dari keterlibatan reviewer yang merupakan pakar di bidang perpustakaan. Dengan proses penilaian yang ketat, artikel yang direkomendasikan diharapkan memiliki kualitas yang sesuai dengan standar publikasi jurnal bereputasi.

Selain memberikan rekomendasi publikasi, UMY juga menyediakan pendampingan bagi penulis yang artikelnya belum direkomendasikan ke jurnal mitra. Pendampingan tersebut bertujuan membantu peserta memperbaiki kualitas substansi maupun teknis penulisan agar memiliki peluang lebih besar untuk dipublikasikan pada kesempatan berikutnya.

Ke depan, UMY berharap kerja sama dengan berbagai jurnal bereputasi dapat terus dikembangkan melalui program-program lain yang mendukung penguatan budaya publikasi ilmiah. Tidak hanya itu, cakupan peserta juga diharapkan semakin luas sehingga manfaat KPDI dapat dirasakan oleh lebih banyak kalangan.

“Harapannya, ke depan bentuk kerja sama dapat semakin beragam, melibatkan lebih banyak mitra, serta menjangkau peserta yang lebih luas. Tidak hanya pustakawan perguruan tinggi, tetapi juga perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus, dan berbagai jenis perpustakaan lainnya sehingga penguatan budaya publikasi ilmiah dapat dirasakan secara lebih masif,” tutupnya. (gla)

Sumber : Humas Umy