RILISINFO.COM, BALI — Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mendapat penghargaan Special Recognition Award: Outstanding Leadership in Religious Tourism Development dalam ajang 11th Bali Tourism Awards 2026.
Penghargaan yang digelar oleh Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation tersebut diberikan sebagai bentuk pengakuan terhadap kepemimpinan dan kontribusi Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA dalam mendorong pengembangan wisata religi di Indonesia.
Penghargaan itu diterima oleh Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, yang hadir mewakili Menteri Agama dalam malam penganugerahan di The Meru Sanur, Bali, Senin (14/9/2026).
Gugun mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap berbagai upaya Kemenag dalam mengembangkan kehidupan beragama yang moderat sekaligus memperkuat hubungan antara agama, budaya, dan pembangunan masyarakat.
Menurut dia, wisata religi tidak semata-mata berkaitan dengan pengembangan destinasi wisata. Lebih dari itu, sektor tersebut dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan spiritual dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat luas.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi ikhtiar bersama Kementerian Agama RI dalam menghadirkan kehidupan beragama yang moderat, harmonis, dan berdampak bagi masyarakat,” kata Gugun.
Ia menilai pengembangan destinasi wisata berbasis agama dan budaya juga dapat membuka ruang perjumpaan antarmasyarakat dari berbagai latar belakang.
Karena itu, wisata religi dinilai memiliki potensi untuk ikut memperkuat toleransi dan kerukunan antarumat beragama.
Kemenag juga terus mendorong pengembangan potensi wisata religi yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, kemanusiaan, serta keberlanjutan.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan dampak terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Gugun menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pembangunan nasional perlu berjalan secara menyeluruh dengan tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, kebudayaan, toleransi, serta kehidupan sosial yang harmonis.
“Kementerian Agama RI terus berkomitmen menerjemahkan visi tersebut melalui penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas kehidupan keagamaan, serta pengembangan potensi keagamaan dan budaya Indonesia,” ujarnya.
Malam penganugerahan 11th Bali Tourism Awards 2026 turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Hadir antara lain kepala daerah, perwakilan negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan sektor pariwisata.
Pemberian penghargaan kepada Kemenag menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pengembangan wisata religi sebagai bagian dari potensi pariwisata Indonesia.
Melalui penguatan kolaborasi antara sektor keagamaan, kebudayaan, dan pariwisata, pengembangan wisata religi diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kerukunan sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat. (Aga)















