Adopsi Praktik Terbaik dari Sleman: TP PKK OKU Dorong Replikasi Kampung Ramah Anak di Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎RILISINFO.COM, Sleman – Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, memburu inovasi perlindungan anak saat mengunjungi Condongcatur, Sleman, Jumat (23/10/2026).
‎
‎Rombongan dipimpin Ketua TP PKK OKU, Hj. Zwesty Karenia Teddy, untuk mempelajari Kampung Ramah Anak, penguatan keluarga, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
‎
‎Sekitar 40 peserta mengikuti studi kaji di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, guna menggali praktik baik untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
‎
‎Kunjungan tersebut menjadi bagian pembelajaran 10 Program Pokok PKK di DIY, khususnya Pokja I yang membidangi penghayatan Pancasila, pengamalan nilai kebangsaan, dan gotong royong.
‎
‎Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur, Budi Arto, menyambut rombongan bersama jajaran pamong, pengurus PKK, serta perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten OKU.
‎
‎Budi Arto mengapresiasi kepercayaan rombongan memilih Condongcatur sebagai lokasi pembelajaran. Ia berharap pertemuan tersebut memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman perlindungan anak.
‎
‎”Kami berharap kunjungan ini menjadi sarana silaturahmi, bertukar ilmu, dan berbagi inovasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, sehat,” ujar Budi Arto.
‎
‎Ia menegaskan, perlindungan anak tidak mungkin berjalan optimal tanpa keterlibatan pemerintah, keluarga, TP PKK, dan masyarakat yang bergerak bersama secara berkelanjutan.
‎
‎”Mari kita bersama-sama memperkuat peran keluarga, TP PKK, dan masyarakat dalam melindungi anak,” tambahnya, mengajak seluruh pihak menyiapkan generasi penerus berkarakter.
‎
‎Condongcatur memiliki 18 padukuhan, 64 RW, dan 212 RT, dengan penduduk sekitar 45 ribu jiwa serta karakter masyarakat perkotaan yang beragam.
‎
‎Ketua TP PKK OKU, Zwesty Karenia Teddy, berharap peserta menyerap pengetahuan mengenai Kampung Ramah Anak, perlindungan perempuan, pencegahan kekerasan, dan bahaya penyalahgunaan narkoba.
‎
‎”Kami berharap ibu-ibu mendapatkan ilmu di Condongcatur agar dapat menduplikasikannya di Kabupaten Ogan Komering Ulu,” kata Zwesty kepada peserta.
‎
‎Ia meminta rombongan aktif menggali informasi, kemudian menerjemahkan pembelajaran menjadi program nyata sesuai kebutuhan masyarakat OKU, bukan sekadar menambah pengetahuan selama kunjungan.
‎
‎Salah satu perhatian utama tertuju pada Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak RW 18 Leles, Padukuhan Ngringin, yang merintis gerakan sejak 2014.
‎
‎Pembina Satgas PPA, Sumarni Suyanto, menjelaskan gerakan bermula dari simulasi Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, kemudian berkembang melalui edukasi, pendampingan, dan kampanye perlindungan anak.
‎
‎”Kami memulai dari nol,” menjadi pesan penting perjalanan warga yang membangun gerakan perlindungan melalui kepedulian, swadaya, komitmen, dan semangat gotong royong.
‎
‎Mereka mengusung prinsip “Semua anak adalah anak kita” hingga RW 18 Leles dicanangkan sebagai kawasan ramah anak oleh Bupati Sleman, 15 April 2018.
‎
‎Rombongan juga mempelajari Taman Edukasi dan Bermain Ramah Anak di Jalan Delima Raya, yang dibangun menjawab keterbatasan ruang bermain aman.
‎
‎Taman seluas sekitar 440 meter persegi itu didukung BKK 2022 senilai Rp554.375.250, diresmikan 14 Januari 2023, serta dilengkapi fasilitas bermain, membaca, olahraga, edukasi teknologi, dan aksesibilitas.
‎
‎Kamituwa Condongcatur, Al Thouvik Sofisalam, memaparkan PATBM sebagai gerakan terkoordinasi yang mengutamakan pencegahan kekerasan melalui edukasi, pengasuhan positif, dan penguatan lingkungan masyarakat.
‎
‎Program tersebut menyasar anak, keluarga, dan komunitas. Pemerintah kalurahan juga mendorong pengaduan, pendampingan, koordinasi, serta rujukan kasus melalui jejaring lembaga terkait.
‎
Melalui gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN), Condongcatur menegaskan perlindungan membutuhkan kolaborasi keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, aparat, pemerintah, dan masyarakat demi memastikan setiap anak tumbuh aman.
‎
Kunjungan ini diharapkan menginspirasi TP PKK OKU mengadaptasi praktik baik Condongcatur, membangun lingkungan bebas kekerasan, dan memperkuat perlindungan anak melalui kepedulian warga serta kolaborasi berkelanjutan.(ady)

Berita Terkait

Laris Manis di Jogja, Ratusan Porsi Aldi’s Hotdog Ludes Terjual dalam Sehari di Kalcer Market
Dengar Langsung Masalah Warga: Kapolda DIY Tindak Lanjuti Bahaya Petasan dan Infrastruktur Jalan Rawan
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kasih: STAK Yogyakarta Bedah Rumah Triyono dan Hidupkan Gotong Royong
Dari Sleman Menuju Pasar Global: Parmilah Dorong Pelaku UMKM Perempuan Unjuk Gigi di MOM PRENEUR EXPO 2026
Benteng Pertama Pencegahan Radikalisme: Densus 88 dan UNY Latih 250 Warga Tamanmartani Lindungi Anak
Seni Islami Bertemu Tradisi Tionghoa: Kolaborasi Hadroh dan Barongsai Semarakkan Hari Santri 2026 di Jogja
Kembali Raih Kepercayaan Warga: Deny Boy Wibisono Siap Melanjutkan Inovasi Wilayah di RW 02 Ngupasan
Minta Hujan Turun, Ratusan Civitas Academica UMY Gelar Salat Istisqa Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Laris Manis di Jogja, Ratusan Porsi Aldi’s Hotdog Ludes Terjual dalam Sehari di Kalcer Market

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Adopsi Praktik Terbaik dari Sleman: TP PKK OKU Dorong Replikasi Kampung Ramah Anak di Daerah

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kasih: STAK Yogyakarta Bedah Rumah Triyono dan Hidupkan Gotong Royong

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Dari Sleman Menuju Pasar Global: Parmilah Dorong Pelaku UMKM Perempuan Unjuk Gigi di MOM PRENEUR EXPO 2026

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Benteng Pertama Pencegahan Radikalisme: Densus 88 dan UNY Latih 250 Warga Tamanmartani Lindungi Anak

Berita Terbaru