RILISINFO.COM, Sleman – Yayasan STAK Yogyakarta menyiapkan program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) milik Triyono di Kadirojo I, Purwomartani, Kalasan, Sleman, melalui kolaborasi relawan dan masyarakat setempat.
Rapat persiapan pembangunan RTLH 2026 tersebut digelar Jumat (23/10/2026) malam, di kediaman Triyono, dengan melibatkan pengurus yayasan, tokoh masyarakat, dan lintas komunitas.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk menyatukan tenaga, pemikiran, serta dukungan material demi mewujudkan hunian yang lebih layak bagi Triyono.
Ketua Umum STAK Yogyakarta menyampaikan apresiasi kepada seluruh undangan yang hadir untuk mendukung program sosial tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dalam rangka persiapan pelaksanaan pembangunan RTLH,” ujar Ketua Umum STAK Yogyakarta dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, program bedah rumah menjadi bagian dari gerakan kemanusiaan yang terus dijalankan keluarga besar STAK Yogyakarta bersama para relawan.
“Dalam setahun ini kita telah merenovasi atau membangun rumah sebanyak tiga kali,” ungkapnya, menjelaskan perjalanan program sosial tersebut.
Dengan penambahan Triyono sebagai penerima manfaat berikutnya, STAK Yogyakarta mencatat empat lokasi pembangunan atau renovasi rumah sepanjang tahun 2026.
Empat penerima manfaat tersebut meliputi Mbak Lujinem di Jombor, Mas Napo di Cangkringan, Mas Arifin di Turi, serta Triyono di Kalasan.
Ketua Umum STAK berharap dukungan masyarakat terus mengalir, mulai dari bantuan tenaga, pemikiran, bahan bangunan, sembako, hingga kebutuhan lainnya.
“Kami mohon bantuan berupa tenaga, pikiran, bahan material, sembako, dan lain-lain demi kelancaran kegiatan ini dari awal hingga akhir,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh peserta rapat menyampaikan informasi program bedah rumah kepada anggota kelompok, warga sekitar, dan komunitas masing-masing.
“Kami berharap setelah rapat ini, silakan disampaikan kepada warga atau kelompok masing-masing agar program ini tersampaikan,” tuturnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan utama untuk mempercepat pembangunan sekaligus mempererat hubungan sosial melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
“Mari bersama-sama bahu-membahu mendukung saudara Triyono yang rumahnya tidak layak huni,” tegasnya, mengajak semua pihak berpartisipasi sesuai kemampuan.
Ia mengingatkan bahwa semangat kerelawanan harus dilandasi ketulusan, bukan kepentingan pribadi ataupun harapan memperoleh keuntungan dari organisasi.
“Bila sudah menyatakan diri sebagai relawan, tanamkan jiwa kerelawanannya. Jangan berharap atau membawa kepentingan tertentu,” pesannya kepada seluruh peserta.
Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Dukuh Kadirojo I, yang mengapresiasi kepedulian STAK Yogyakarta kepada masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“Kami berterima kasih kepada Yayasan STAK Yogyakarta beserta tim karena warga kami yang kurang mampu telah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Ia menilai program tersebut memberikan manfaat nyata, terlebih melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sleman, Dinas Pekerjaan Umum Sleman, dan BAZNAS Sleman.
“Kami selaku kepala dusun sangat mengapresiasi program ini karena sangat membantu masyarakat,” katanya, menegaskan komitmen warga untuk turut mendukung pelaksanaannya.
Masyarakat Padukuhan Kadirojo menyatakan kesiapan bergotong royong bersama lintas komunitas dalam pengerjaan bedah rumah Triyono yang direncanakan berlangsung November 2026.
Rapat juga menyepakati pembentukan panitia kecil guna mengoordinasikan kebutuhan teknis, pembagian tugas, serta persiapan pelaksanaan pembangunan secara bersama-sama.
Koordinasi lanjutan akan dilakukan secara berkala melalui grup WhatsApp agar perkembangan persiapan, kebutuhan material, dan keterlibatan relawan dapat terpantau.
Melalui gerakan ini, STAK Yogyakarta berharap pembangunan rumah Triyono menjadi bukti nyata bahwa solidaritas sosial mampu menghadirkan perubahan bagi masyarakat yang membutuhkan.(waw)















