RILISINFO.COM, Sleman – Kapolda DIY Irjen Pol Langgeng Purnomo mendengar langsung keluhan warga Babadan Baru, mulai petasan, etika bermedia sosial, hingga keselamatan berlalu lintas.
Program Jumat Keliling bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” berlangsung di Masjid Sultan Agung Babadan Baru, Condongcatur, Depok, Sleman, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan diawali salat Jumat berjamaah, kemudian dilanjutkan dialog terbuka bersama warga, pemerintah wilayah, tokoh agama, pengurus takmir, serta jajaran kepolisian.
Ketua Takmir Masjid Sultan Agung, M. Suryadi, mengapresiasi kunjungan Kapolda DIY yang memberikan kesempatan masyarakat menyampaikan persoalan secara langsung.
“Atas nama takmir masjid dan masyarakat, kami mohon maaf apabila dalam penyambutan masih terdapat kekurangan,” ujar Suryadi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan silaturahmi ini,” katanya, menyambut kehadiran pimpinan kepolisian bersama jajaran pejabat utama Polda DIY.
Suryadi juga menceritakan sejarah masjid yang dibangun pada 1942, sebagai kelanjutan Masjid Pathok Negoro Babadan yang sebelumnya berada di Banguntapan, Bantul.
Perpindahan masyarakat berkaitan dengan kebijakan pendudukan Jepang yang memanfaatkan kawasan Babadan untuk kepentingan militer, sehingga masjid berpindah menuju wilayah Kentungan.
Meski mengalami renovasi pada 1978, 1990, 2006, dan 2007, masjid tersebut tetap mempertahankan unsur arsitektur tradisional Jawa sebagai identitas sejarahnya.
Dalam sambutannya, Langgeng menjelaskan Program Jumat Keliling bertujuan mempererat komunikasi kepolisian dengan masyarakat sekaligus mengetahui persoalan keamanan dan kualitas pelayanan Polri.
Ia menegaskan, “Masukan dan keluhan masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan kepolisian,” sekaligus memperkuat pencegahan gangguan keamanan lingkungan.
Kapolda juga mengapresiasi kedekatan Bhabinkamtibmas Condongcatur, Aiptu Bastian Sapta Adhi dan Aipda Bagiyo, dengan warga yang hadir mengikuti dialog.
Ketika Langgeng bertanya apakah jamaah mengenal kedua petugas tersebut, warga serentak menjawab, “Kenal!” Respons spontan itu menggambarkan komunikasi yang terbangun.
Langgeng meminta Bhabinkamtibmas rutin menyambangi warga, memetakan kerawanan, berkoordinasi dengan pemerintah kalurahan, serta memperkuat sinergi bersama pengurus RT, RW, dan Jaga Warga.
Menurutnya, “Keamanan dan ketertiban tidak dapat diwujudkan kepolisian semata,” melainkan membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui kepedulian, komunikasi, serta gotong royong.
Dalam dialog, Wawan, warga Babadan Baru, menyoroti kebiasaan menyalakan petasan, terutama saat Ramadan dan menjelang Idulfitri, yang mengganggu ketenangan serta membahayakan keselamatan.
Menanggapi keluhan tersebut, Kapolda meminta Bhabinkamtibmas mengintensifkan sosialisasi, mengidentifikasi potensi pelanggaran, mengutamakan pendekatan persuasif, serta menegakkan hukum apabila ditemukan pelanggaran ketentuan.
Aspirasi lain disampaikan Fahmi Arifin, dosen Universitas Islam Kalimantan yang menempuh pendidikan doktoral, mengenai perundungan digital dan penyebaran konten merendahkan.
Fahmi juga menyoroti spanduk serta baliho provokatif, seraya berharap aparat meningkatkan edukasi dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani persoalan sesuai ketentuan.
Kapolda menyatakan, penanganan spanduk dan baliho perlu melibatkan Satpol PP sesuai kewenangan, sembari tetap mempertimbangkan perlindungan kebebasan berekspresi yang sah.
Sementara itu, Ketua RW 50 Babadan Baru, Tetriadi, mengusulkan pemasangan lampu peringatan lalu lintas atau warning light di pertigaan Pasar Kolombo.
Ia menilai kepadatan kendaraan dan pertemuan arus lalu lintas meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk di sekitar Gang Timor Tomor yang memerlukan perhatian.
Menanggapi usulan tersebut, Langgeng langsung meminta Direktur Lalu Lintas Polda DIY mencatat aspirasi, mengecek kondisi lapangan, serta melaporkan hasilnya untuk koordinasi lanjutan.
Warga lainnya, Israr, menyampaikan ucapan selamat atas amanah Kapolda DIY sekaligus memberikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian Polri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama, ramah tamah, dan foto bersama, memperlihatkan suasana akrab antara aparat, pemerintah wilayah, serta masyarakat Babadan Baru.
Melalui Program Jumat Keliling, Polda DIY menegaskan komitmen mendengar aspirasi warga, memperkuat pencegahan gangguan keamanan, dan membangun pelayanan kepolisian yang responsif serta dekat masyarakat.(ady)















