Peran Indonesia di ASEAN Dinilai Krusial untuk Menjaga Stabilitas Kawasan

RILISINFO.COM, Indonesia dinilai memiliki tanggung jawab strategis untuk menjaga warisan perdamaian ASEAN di tengah meningkatnya dinamika geopolitik dan berbagai konflik yang masih terjadi di kawasan maupun dunia. Sebagai negara tempat lahirnya Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia (TAC) sekaligus salah satu pendiri dan anggota terbesar ASEAN, Indonesia didorong untuk memastikan semangat dialog, kerja sama, dan penyelesaian damai sengketa tetap menjadi fondasi utama kawasan.

Hal tersebut disampaikan Secretary-General ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA), H.E. Dr. Chem Widhya, dalam kegiatan 26th AIPA Roadshow: Parliamentary Diplomacy and Youth Leadership in ASEAN yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (29/6/2026).

Menurut Chem Widhya, posisi Indonesia di ASEAN tidak hanya penting karena ukuran wilayah dan pengaruhnya di kawasan, tetapi juga karena memiliki keterkaitan historis dengan lahirnya TAC, yang hingga kini menjadi salah satu landasan hubungan damai antarnegara di Asia Tenggara.

“TAC adalah warisan Indonesia karena ditandatangani di Indonesia. Sebagai negara anggota terbesar ASEAN, Indonesia memiliki tanggung jawab khusus untuk memastikan TAC tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi tetap menjadi pedoman yang hidup bagi kawasan. Jika TAC hanya menjadi dokumen sejarah, maka ia tidak akan membawa perubahan. Karena itu, Indonesia memiliki tanggung jawab untuk memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya terus dijalankan,” ujar Chem Widhya.

Ia menambahkan bahwa besarnya pengaruh Indonesia di kawasan juga membawa tanggung jawab untuk memastikan ASEAN tetap mengedepankan dialog sebagai jalan utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Dengan berpegang pada semangat yang melandasi pembentukan TAC, Indonesia diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat stabilitas kawasan serta menjaga kepercayaan antarnegara anggota.

“Saat ini kita menghadapi berbagai tantangan baru, sementara sistem internasional juga terus berubah. Karena itu, ASEAN harus tetap bersatu dan memperkuat kerja sama. Indonesia memiliki tanggung jawab khusus untuk menjaga agar TAC tetap menjadi living document, bukan sekadar dokumen sejarah, sehingga dapat terus menjadi pedoman dalam membangun kawasan yang damai, stabil, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” tegasnya.

Menurut Chem Widhya, keberhasilan ASEAN menjaga stabilitas kawasan selama hampir enam dekade tidak terlepas dari komitmen negara-negara anggotanya untuk mengedepankan dialog dibandingkan konfrontasi. Oleh karena itu, Indonesia diharapkan terus mengambil peran sebagai salah satu penggerak utama dalam menjaga semangat tersebut agar ASEAN tetap menjadi kawasan yang damai, stabil, dan mampu menghadapi berbagai dinamika global melalui kerja sama serta penghormatan terhadap prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama.

Sumber : Humas Umy