Rakernas KAUMY 2026, Alumni UMY Dorong Pemerataan Beasiswa di Sekolah Negeri dan Swasta

Sabtu, 24 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ketua Umum PP KAUMY dalam pembukaan Rakernas dan Simposium Nasional KAUMY

Foto Ketua Umum PP KAUMY dalam pembukaan Rakernas dan Simposium Nasional KAUMY

RILISINFO.COM, Yogyakarta – Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PP KAUMY), H. Nasarudin, S.H., M.H., mendorong pemerataan bantuan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu, baik di lembaga pendidikan negeri maupun swasta. Menurutnya, bantuan perlu didasarkan pada kondisi ekonomi keluarga agar perluasan akses pendidikan menjangkau masyarakat secara lebih adil.

Gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Simposium Nasional KAUMY 2026 di Amfiteater E6, Gedung KH Ibrahim, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (24/10/2026).

Nasarudin menilai status lembaga pendidikan tidak semestinya menjadi satu-satunya pertimbangan dalam pemberian bantuan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu perlu memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, di mana pun mereka belajar.

“Kita akan sambut baik kebijakan Presiden Prabowo yang sedang dirancang mengenai pendidikan gratis SD sampai sarjana,” kata Nasarudin dalam sambutannya.

Sebagai konteks, pemerintah telah menyampaikan komitmen layanan pendidikan gratis di sekolah negeri serta rencana pembebasan biaya kuliah di perguruan tinggi negeri. Pelaksanaan pada jenjang perguruan tinggi masih disiapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pembiayaan dan kemampuan fiskal negara.

Nasarudin berharap perluasan akses tersebut juga mempertimbangkan keberadaan sekolah dan perguruan tinggi swasta yang selama ini turut memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Sekolah seluruh anak bangsa yang kurang mampu itu mendapat beasiswa di manapun sekolahnya,” ujarnya.

Ia mengusulkan agar penentuan penerima bantuan mengacu pada kelompok tingkat kesejahteraan keluarga atau desil dalam data Kementerian Sosial. Desil merupakan pengelompokan kesejahteraan berdasarkan variabel sosial ekonomi yang digunakan untuk membantu menentukan sasaran bantuan sosial.

“Pendidikan gratis itu bagi seluruh anak bangsa dari SD sampai perguruan tinggi berdasarkan yang kurang mampu di Kementerian Sosial, bukan per sekolah negeri,” tegasnya.

Nasarudin berharap usulan tersebut menjadi bahan pembahasan dalam Rakernas KAUMY. Dengan demikian, organisasi alumni dapat turut menyumbangkan pemikiran bagi pengembangan kebijakan pendidikan nasional.

Dorong Kolaborasi Alumni dengan Dunia Industri

Selain akses pendidikan, Nasarudin menyoroti pentingnya memperkuat hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha dan industri.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pemahaman tentang kewirausahaan sejak menjalani pendidikan. Bekal tersebut diharapkan memperluas pilihan mereka setelah lulus, termasuk membuka usaha dan menciptakan lapangan kerja.

Ia menilai perkembangan sektor industri memiliki peran penting dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kalau tidak berkembang industri, tidak ada lapangan kerja,” katanya.

Nasarudin berharap jaringan alumni UMY dapat memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Perindustrian dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan kompetensi bagi mahasiswa dan alumni.

Ia juga mendorong pengenalan dunia usaha melalui kegiatan akademik, seperti kuliah umum dan pembelajaran yang melibatkan praktisi industri.

Perkuat Jaringan dan Kontribusi Alumni

Nasarudin menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rakernas di kampus UMY bertujuan mempererat hubungan alumni dengan almamater. Alumni yang tersebar di berbagai daerah dan bidang profesi, menurutnya, merupakan kekuatan penting untuk mendukung pengembangan universitas.

Melalui Rakernas dan Simposium Nasional, PP KAUMY berharap dapat memperluas kolaborasi antara alumni, perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha.

Ketua Harian PP KAUMY sekaligus perwakilan panitia, Sobar M. Johari, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi momentum untuk menghimpun potensi alumni dan memperkuat ikatan dengan almamater.

“Untuk kita bersinergi bersama, pulang kandang, mengumpulkan balung pisah,” ujar Sobar.

Ungkapan bahasa Jawa balung pisah menggambarkan semangat mempertemukan kembali anggota keluarga yang tersebar. Dalam konteks KAUMY, semangat tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan dan kerja sama antaralumni.

Sobar menilai keterlibatan alumni memiliki arti penting bagi perkembangan UMY. Kontribusi para lulusan di berbagai bidang turut membawa nama baik sekaligus mendukung kemajuan almamater.

“Karena UMY besar dan kecilnya salah satunya tergantung alumni,” katanya.

Selain Rakernas dan Simposium Nasional, rangkaian kegiatan dijadwalkan mencakup refleksi perjalanan UMY dengan menghadirkan tokoh alumni serta para ketua organisasi alumni terdahulu. Agenda tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mengenang perjalanan organisasi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam memajukan universitas.

Sobar berharap pertemuan ini menghasilkan kerja sama yang konkret antara alumni dan UMY, baik untuk mendukung pengembangan kampus maupun memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Guru Besar Tak Sekadar Gelar, LLDIKTI Wilayah V dan Senat UMY Tekankan Tanggung Jawab Akademik
“Duit Ora Payu”, Guru Besar UMY Soroti Peran Kepercayaan dalam Pilkades
Rakernas KAUMY 2026, Kemendikdasmen Soroti Kesiapan Guru untuk Pendidikan Inklusif
Pentingnya Fondasi Keluarga dalam Organisasi: Dr. Sutoyo Louis Sigar Buka RAKERDA KAWAL INDONESIA Lewat Pesan Kesetiaan
Laris Manis di Jogja, Ratusan Porsi Aldi’s Hotdog Ludes Terjual dalam Sehari di Kalcer Market
Adopsi Praktik Terbaik dari Sleman: TP PKK OKU Dorong Replikasi Kampung Ramah Anak di Daerah
Dengar Langsung Masalah Warga: Kapolda DIY Tindak Lanjuti Bahaya Petasan dan Infrastruktur Jalan Rawan
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kasih: STAK Yogyakarta Bedah Rumah Triyono dan Hidupkan Gotong Royong

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Guru Besar Tak Sekadar Gelar, LLDIKTI Wilayah V dan Senat UMY Tekankan Tanggung Jawab Akademik

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:14 WIB

“Duit Ora Payu”, Guru Besar UMY Soroti Peran Kepercayaan dalam Pilkades

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Rakernas KAUMY 2026, Kemendikdasmen Soroti Kesiapan Guru untuk Pendidikan Inklusif

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Rakernas KAUMY 2026, Alumni UMY Dorong Pemerataan Beasiswa di Sekolah Negeri dan Swasta

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Pentingnya Fondasi Keluarga dalam Organisasi: Dr. Sutoyo Louis Sigar Buka RAKERDA KAWAL INDONESIA Lewat Pesan Kesetiaan

Berita Terbaru