PEKSIMINAS 2026, Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Prestasi Lewat Chika dan Lunar

RILISINFO.COM, ‎BANTUL- Mahasiswa ISI Yogyakarta mengharumkan nama DIY setelah Chika Yutha Cahyacetta merebut Juara I Desain Poster di PEKSIMINAS XVIII 2026 tingkat nasional.

Kontingen D.I. Yogyakarta sukses menutup PEKSIMINAS XVIII dengan predikat Terbaik 2 nasional, menegaskan kekuatan ekosistem seni mahasiswa daerah yang berkembang.

Ajang nasional tersebut berlangsung di Universitas Jember, Jawa Timur, pada 7–11 September 2026, mempertemukan ratusan talenta seni mahasiswa terbaik Indonesia nasional tahun ini.

Sebanyak 526 delegasi dengan total 893 personel bertarung melalui 15 tangkai lomba yang terbagi menjadi 20 kategori penghargaan bergengsi tingkat nasional bergengsi.

Mahasiswa ISI Yogyakarta menjadi bagian penting kontingen DIY dengan mengirim 17 mahasiswa yang tampil pada 10 kategori lomba nasional tahun ini.

Prestasi paling menonjol datang dari Chika Yutha Cahyacetta, mahasiswa Desain Komunikasi Visual, yang berhasil menyabet Juara I Desain Poster untuk DIY kontingen DIY.

Chika harus bersaing dengan 28 delegasi dari berbagai provinsi sebelum akhirnya membawa pulang gelar juara pertama untuk DIY pada kompetisi bergengsi tersebut.

Sementara itu, Lunar Antartika Binantari, mahasiswa Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta, meraih Juara Harapan I pada kategori Komik Strip nasional tahun ini.

Dua prestasi tersebut ikut memperkuat perolehan kontingen DIY hingga mampu bertengger sebagai Terbaik 2 dalam klasemen akhir PEKSIMINAS XVIII tahun 2026 yang membanggakan.

Selain Chika dan Lunar, mahasiswa ISI Yogyakarta memperkuat berbagai kategori seperti keroncong, fotografi, penulisan lakon, dangdut, seriosa, lukis, dan tari nasional tahun ini.

Delapan mahasiswa ISI Yogyakarta juga memperkuat kategori Tari, menunjukkan luasnya kontribusi kampus seni tersebut dalam kontingen DIY tahun ini secara nasional dan kebanggaan.

Keikutsertaan lintas bidang itu memperlihatkan mahasiswa ISI Yogyakarta tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi representasi talenta seni daerah secara nasional membanggakan membanggakan.

Dr. Muh. Kholid Arif Rozaq menyebut Peksimiprov menjadi sarana penting mengembangkan kreativitas dan memperkuat jejaring mahasiswa lintas perguruan tinggi di DIY dan kolaborasi.

“Peksimiprov menjadi sarana penting untuk mengembangkan kreativitas, memperkuat jejaring antarmahasiswa lintas perguruan tinggi,” ujar Kholid saat pembukaan PEKSIMIPROV DIY 2026 berlangsung yang strategis.

Menurut Kholid, seleksi tingkat provinsi merupakan proses pembinaan bersama untuk memilih delegasi terbaik yang mampu membawa nama DIY ke tingkat nasional pada bergengsi.

Capaian Terbaik 2 DIY di Jember menjadi bukti proses berjenjang, mulai seleksi kampus, kompetisi provinsi, pendampingan, hingga pertandingan nasional yang ketat dan konsisten.

Bagi ISI Yogyakarta, keterlibatan mahasiswa dalam PEKSIMINAS menjadi bagian ekosistem pembinaan prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan dan terarah sejak kampus yang unggul secara.

Sebelum menuju tingkat nasional, ISI Yogyakarta menyelenggarakan Pekan Seni Mahasiswa Kampus sebagai ruang seleksi, pengembangan talenta, sekaligus pembinaan mahasiswa yang terarah dan konsisten.

PEKSIMINAS XVIII mengusung tema “PEKSIMINAS Bergerak Seni Berdampak”, sekaligus mempertegas pentingnya kreativitas mahasiswa dalam memberi pengaruh melalui karya seni di panggung nasional tahun.

Prestasi Chika, Lunar, dan mahasiswa ISI Yogyakarta lainnya menjadi energi baru untuk berkarya, berkompetisi, membangun jejaring, serta berdampak bagi seni Indonesia.(ady)